Belajar dari monyet…..Jadi maluu neh…


"Broe.. Kalo MONYET…genggam kelapa or toples ? "

Mungkin ada yang pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika, Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkusmonyet- monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok,bisa ? Tentu kita sudah tahu jawabnya.

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana !

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan
yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.

Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.

Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita.
Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.

" Jadi, kenapa kita masih tetap menggenggam toples-toples itu ? "

Langkah-langkah menjadi Wira usaha Sukses.

Langkah-langkah menjadi Wira usaha Sukses.

1. Mengolah ide menjual gagasan

2. Memulai usaha

3. Mengatur strategi bisnis

4. Mematahkan belenggu kegagalan

5. Memegang Kunci Sukses.

Kunci Sukses

a. Pilar Sukses Wirausaha Sejati

1. Mampu Memanfaatkan Waktu

2. Memiliki Keseungguhan dan Kemampuan Kerja secara Kontinyu

3. Kreatif dan Inovatif

4. Percaya Diri

5. Kemampuan Meraih Teman (Networking)

6. Kemampuan mempengaruhi orang lain.

b. Lima Prinsip Kerja Wirausaha

1. Kerja Ikhlas (Aspek Spiritual)

2. Kerja Mawas (Aspek Emosional)

3. Kerja Cerdas (Aspek Intelektual)

4. Kerja Keras (Aspek Fisik)

5. Kerja Tuntas (Aspek Manajemen Diri)

c. Etos Kerja Wirausaha Unggul

1. Kerja itu suci, kerja adalah panggilanku, aku sanggup bekerja benar.

2. Kerja itu sehat, kerja adalah aktualitasku, aku sanggup bekerja keras.

3. Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.

4. Kerja itu amanah, kerja adalah tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas.

5. Kerja itu seni/permainan, aku adalah kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif.

6. Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius.

7. Kerja itu mulai, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.

8. Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul.

Sifat-sifat individu seorang pengusaha (Munawir Yusuf, 1999) yaitu:

1. Motivasi Berprestasi

2. Kemandirian

3. Kreatifitas

4. Pengambilan Resiko

5. Keuletan

6. Orientasi Masa Depan

7. Komunikatif dan Reflektif

8. Kepemimpinan

9. Perilaku Instrumenal

10. Penghargaan Terhadap Uang

Beberapa Sebab Kegagalan usaha kecil (Totok S Wiryasaputra)

1. Individu atau kelompok bisnis tidak punya komitmen secara total.

2. Karena ukuran bisnisnya yang kecil maka mereka mengabaikan prinsip-prinsip operasional perusahaan yang sehat.

3. Tidak Punya perencanaan yang jelas.

4. Perusahaan kecil biasanya enggan menggunakan promosi dan penelitian sebagaimana perusahaan besar.

5. Pengusaha kecil berlagak sebagai pengusaha besar yang sukses.

6. Dalam hal pemasaran - biasanya tidak ada yang kecocokan antara produksi dan pemasaran.

7. Banyak usaha kecil yang gagal karena tak jelas akan persoalan keorganisasian perusahaan.

8. Tak Jarang pengusaha pemula melakukan perluasan tanpa analisis dan perencanaan matang.

WISDOM untuk Proses Perencanaan Keuangan

Pepatah bijak mengatakan bahwa WISDOM adalah awal dari keberhasilan. Di tangan kanannya ada panjang umur dan di tangan kirinya ada kebahagian, dan jalannya menuju pada kemakmuran.

SECARA umum proses sebuah perencanaan keuangan keluarga yang didapat di buku-buku personal finance mencakup enam langkah utama. Dalam pembahasan kali ini, kami akan menggunakan kata WISDOM sebagai singkatan untuk mempermudah mengingat langkah perencanaan keuangan tersebut.
Huruf pertama W adalah singkatan dari Watak. Artinya, kenali situasi dan kondisi keuangan Anda saat ini. Huruf kedua I adalah singkatan dari Ingin. Artinya, tentukan tujuan keuangan Anda di masa depan. Huruf ketiga S adalah singkatan dari Siasat. Artinya, setelah kita tahu kondisi saat ini dan tujuan di masa depan, kita perlu merancang strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Huruf keempat D adalah singkatan dari Didik.
Untuk mencapai tujuan masa depan melalui strategi yang disusun, kita perlu memperlengkapi diri kita dengan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap baru yang mungkin sekali belum kita miliki saat ini. Jadi, kita perlu belajar.
Huruf kelima O adalah singkatan dari Otak / Otot. Artinya, kita perlu melaksanakan strategi yang telah disusun dengan bekerja cerdas dan keras untuk mencapai tujuan tersebut. Huruf keenam M adalah singkatan dari Manajemen atau Monitor. Artinya, kita perlu mengelola sumberdaya yang kita miliki dan memantau pencapaian hasil dibandingkan rencana semula.
Berdasarkan WISDOM tersebut, proses perencanaan keuangan keluarga dapat dibagi menjadi enam langkah utama. Pertama, pembuatan catatan keuangan keluarga (termasuk catatan kekayaan dan arus), untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini. Kedua, penentuan tujuan keuangan keluarga secara spesifik dan realistik. Ketiga, penyusunan rencana strategi untuk mencapai tujuan bertolak dari kondisi saat ini. Keempat, pembelajaran untuk melengkapi diri dengan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan sikap (attitude) yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi.
Kelima, pelaksanaan rencana strategi dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Keenam, pemantauan dan pengelolaan sumberdaya yang dimiliki agar tetap pada jalur rencana semula, atau melakukan penyesuaian / perubahan bila rencana semula dirasa tidak lagi sesuai dengan kondisi. Keenam langkah tersebut akan dibahas satu persatu dalam uraian berikut ini.

Catatan Keuangan Keluarga
Nakhoda kapal memerlukan peta dan peralatan navigasi untuk menentukan posisi sekarang dan arah dalam mengarungi luasnya lautan agar dapat mencapai tujuan. Dalam perencanaan keuangan keluarga, kita juga memerlukan alat bantu. Alat ini adalah catatan kekayaan (dalam keuangan perusahaan sering diacu sebagai neraca atau balance sheet) dan catatan arus kas (padanannya dalam keuangan perusahaan adalah laporan rugi / laba dan laporan arus kas).
Buku atau penulis lain sering menyebut catatan ini sebagai laporan agar lebih paralel dengan istilah keuangan perusahaan. Kami lebih suka menyebutnya catatan. Kata laporan bermakna terlalu formal dan dibuat untuk atasan atau penguasa atau publik.
Sementara catatan adalah dibuat untuk kepentingan kita sendiri dan berkesan lebih personal. Dengan adanya kedua catatan ini, kita dapan melihat situasi kondisi keuangan kita saat ini dan mengikuti perkembangan dari pelaksanaan perencanaan sampai sejauh ini. Dari kedua catatan ini pula kita bisa melihat perubahan kondisi keuangan keluarga.
Tanpa kedua catatan ini, sulit bagi kita untuk menentukan situasi kondisi keuangan kita saat ini dan menentukan perencanaan yang realistis dan strategis. Tanpa kedua catatan ini, akan sulit juga bagi kita untuk mengidentifikasi masalah yang telah atau berpotensi timbul dan kesempatan yang dapat diraih.
Beberapa informasi yang perlu dikumpulkan berkaitan dengan navigasi keuangan keluarga:
l Pendapatan kotor dan penghasilan bersih setiap bulan
l Penghasilan lain, seperti pendapatan dari investasi
l Catatan atau perencanaan pengeluaran Anda dan keluarga untuk membantu melihat penggunaan penghasilan bulanan
l Catatan kekayaan berupa aset yang dimiliki dan utang atau liabilities
l Premi dan pertanggungan proteksi asuransi yang telah dimiliki
l Dana dalam tabungan
l Nilai investasi properti atau sewa properti
l Jumlah anak serta usia masing-masing anak
Dengan mengetahui informasi tersebut, kita akan lebih kenal terhadap kondisi keuangan kita untuk memudahkan bernavigasi mengarungi samudra keuangan keluarga.

Penentuan Tujuan Keuangan
Setelah memahami situasi kondisi keuangan saat ini, kita lebih siap untuk menentukan tujuan keuangan yang spesifik dan realistis dalam kaitan dengan perencanaan keuangan keluarga secara terpadu.
Untuk menentukan tujuan ini, tetap diperlukan perbincangan yang mendalam secara rasional dari hati ke hati dengan masing-masing anggota keluarga. Setiap individu dalam keluarga adalah unik dan memiliki preferensi sendiri. Jadi, dibutuhkan keterbukaan untuk mencapai kesepakatan bersama semua anggota keluarga, khususnya ibu dan bapak sebagai pimpinan bahtera keluarga untuk menuju masa depan bersama.
Bila diringkas, tujuan keuangan keluarga harus SMART: Specific, Measurable, Attainable, Reality-based, dan Time-bound. Tujuan keuangan keluarga harus dinyatakan secara spsifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaiannya. Sebagai contoh, Anda ingin untuk hidup berkecukupan di masa tua. Ini memang tujuan, namun belum spesifik. Diperlukan nilai terukur, misalnya memerlukan dana Rp 1 miliar untuk dapat hidup berkecukupan di masa tua nanti. Agar lebih lengkap, tujuan perlu dinyatakan misalnya sebagai berikut: Pensiun pada usia 55 tahun dengan dana yang dimiliki Rp 1 miliar.
Salah satu kata kunci lain dalam menentukan tujuan keuangan keluarga adalah realistis, agar secara rasional bisa dicapai melalui pelaksanaan dan usaha yang berkesinambungan. Untuk itu, perlu dipertimbangkan situasi kondisi saat ini dalam menentukan tujuan. Jangan sampai tujuan ini menjadi seperti punguk merindukan bulan.
Ciri realistis sangatlah penting karena tujuan keuangan merupakan pilar penting perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang terlalu muluk malah akan menjadi bumerang karena bebannya akan terasa sangat berat, sehingga kita menjadi enggan untuk melakukan perencanaan dan usaha pencapaiannya.
Selain itu, tujuan juga harus diurutkan berdasarkan prioritas. Bila ada beberapa tujuan keuangan, perlu dikaji urutan prioritasnya. Keterbatasan dan kendalah sumberdaya yang kita memiliki sering mengharuskan kita untuk memilih tujuan yang paling penting harus dicapai lebih dulu. Setelah tujuan berprioritas tinggi tercapai, tujuan lain bisa dikejar bila kondisi memungkinkan.

Strategi, Pembelajaran, dan Perencanaan
Setelah mengetahui kondisi awal dan tujuan keuangan keluarga, langkah selanjutnya adalah penyusunan strategi untuk mencapai tujuan keuangan keluarga itu. Sebagai persiapan penyusunan strategi, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kondisi keuangan. Dari analisis ini dapat dilihat terpenuhinya ciri SMART dari tujuan keuangan yang ditentukan.
Analisis ini juga membantu mengidentifikasi kesesuaian antara keinginan kita atau nilai-nilai yang kita miliki dan kebiasaan serta penggunaan pendapatan bulanan. Bila ditemukan ketidaksesuaian, maka perlu ditentukan sasaran jangka pendek untuk menangani kesenjangan ini.
Selanjutnya, strategi yang disusun kembali harus memenuhi ciri realistis dan memiliki batas waktu. Sebagai contoh, keluarga Andi berpenghasilan Rp 15 juta/bulan. Mereka memiliki tujuan untuk membeli rumah dengan menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Uang muka yang dibutuhkan adalah Rp 250 juta. Saat ini dana yang dialokasikan baru Rp 100 juta. Jadi, dalam tempo tiga tahun ke depan mereka harus mengalokasikan data tertentu, misalnya menurut perhitungan dibutuhkan Rp 3,29 juta per bulan.
Bila terjadi kekurangan untuk tujuan keuangan ini, ada beberapa aksi yang bisa dilakukan oleh keluarga Andi, di antaranya: mengurangi pengeluaran tidak tetap seperti pakaian, rekreasi, makan di luar rumah bersama keluarga. Dengan demikian dana yang dihemat bisa disisihkan untuk tujuan uang muka KPR tersebut.
Contoh di atas baru mencakup satu tujuan keuangan keluarga. Perencanaan yang terpadu memiliki beberapa tujuan keuangan, baik jangka pendek, menengah, mau pun panjang. Untuk perencanan terpadu ini disarankan untuk mencari bantuan atau masukan dari para profesional di bidang keuangan personal / keluarga. Perencana keuangan keluarga bukan hanya membantu nasabah dari sisi perencanaan saja, tetapi juga dapat berperan sebagai mentor atau pembimbing dalam kaitan dengan keuangan keluarga.
Perencana keuangan dapat membantu kita meningkatkan diri kita dengan mengarahkan kita untuk mempelajari pengetahuan baru, ketrampilan baru, dan membangun sikap baru (KSA, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude). Sering kali kita belum memiliki KSA yang diperlukan untuk melaksanakan rencana yang telah disusun. Misalnya, untuk berinvestasi di reksa dana, diperlukan pengetahuan tentang piranti investasi itu. Banyak orang Indonesia saat ini masih buta tentang reksa dana. Pembelajaran dapat dilakukan secara formal melalui kursus, mau pun secara informal dengan membaca buku atau otodidak.
Tekad atau niat yang kuat adalah satu sikap kunci yang perlu dimiliki agar pencapaian tujuan keuangan bisa terlaksana. Sebagian besar tujuan keuangan memerlukan waktu yang panjang untuk mencapainya. Tanpa tekad membaja, banyak orang menyerah dan berhenti di tengah jalan. Tekad membaja akan membantu kita untuk tetap berada pada rel yang benar meski situasi tidak bersahabat.
Selanjutnya, agar tujuan keuangan bisa tercapai, kita perlu mengembangkan kebiasaan untuk bekerja keras dan cerdas (work hard and smart). Kebiasaan ini lah yang dalam jangka panjang akan menentukan masa depan kita. Seperti diungkapkan oleh Charles Reade: Sow an act and you reap a habit…Sow a habit and you reap a character…Sow a character and reap your destiny !

Pengelolaan Sumberdaya
Langkah berikutnya adalah terus mengelola sumberdaya dan memantau pelaksanaan perencanaan agar sesuai dengan rencana. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, perlu dilakukan tindakan pemulihan. Tindakan ini bisa berupa mengembalikan perjalanan pada jalur semula, atau mengubah rencana karena sudah tidak relevan lagi dengan situasi saat itu. Revisi mungkin terjadi karena keadaan keuangan keluarga selalu berubah. Kata-kata bijak mengatakan bahwa satu hal yang pasti dalam dunia ini adalah terjadinya perubahan.
Perubahan dalam kehidupan berkeluarga atau karier, seperti kelahiran anak, promosi, pindah kerja, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain mengharuskan kita untuk mempertimbangkan kembali tujuan dan rencana yang ada. Masih realistis kah tujuan dan rencana semula? Bisa saja rencana yang semula mungkin menjadi mustahil atau justru menjadi terlalu mudah dicapai dan kurang menantang. Misalnya, krisis dan PHK menyebabkan kita harus menunda dulu rencana pembelian mobil baru atau perbaikan rumah, atau bahkan perlu mencairkan segera dana darurat plus dana tabungan.
Dengan pemantauan dan revisi, kita juga semakin kenal dengan situasi, kekuatan, keterbatasan, dan potensi risiko yang mungkin kita alami. Dengan semakin mengenal hal itu, kita semakin bisa merencanakan masa depat secara lebih akurat.
Pengenalan ini adalah merupakan dari proses belajar lewat jam terbang, yang tidak bisa diganti dengan belajar di belakang meja atau dengan sekadar membaca buku teks. Orang dikatakan tua apabila berhenti belajar, bukan karena usia. Usia bisa mengerutkan kulit, namun berhenti belajar akan mematikan pikiran dan mengerutkan jiwa.

www.sinarharapan.co.id

Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan

Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there."
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana
.
- Johni Pangalila -

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan”. Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu Visi (Vision), Tindakan Nyata (Action), dan Semangat (Passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, “Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa

Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan

Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there."
Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana
.
- Johni Pangalila -

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan”. Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu Visi (Vision), Tindakan Nyata (Action), dan Semangat (Passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, “Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa

Mengurangi Opastias Iklan Tampilan Iklan



Paste-kan disini http://multiply.com/setup/pages/upload-css

masukin aja di bagian atas nya, lalu paste, lau save, beres deh.

---------------------------------------------------------------------------------------------

div.ads {
/* IE base */
filter: alpha(opacity=40);
opacity: 0.40;
/* Gecko base */
-moz-opacity: 0.40;
/* KDE base */
-khtml-opacity: 0.40;
}

---------------------------------------------------------------------------------------------

Kekuatan Pikiran

Jum’at, 15 Februari 2007, saya chat di YM ma sohib ku, saya sedikti curahat mengenai usaha yang saya jalanin sekarang yang lg jatuh bangun, dan sekarang lagi ngebangun lagi, ahhh…………hidup, entrepreneur emang benar-benar kerasa tidak cuku 2 atau 3tiga tahuh untuk menemukan jiwa entrepreneur ini, Cuma temen ku bilang di chatnya dengan aku ;

edwin syahrizal: boss yang penting mah kekuatan fikiran !!!!

edwin syahrizal: saya berfikir keras saya bisa !!!

edwin syahrizal: dan ternyata terbukti bisa

edwin syahrizal: meskipun belum maksimal

edwin syahrizal: tapi minimal mendekati !!

edwin syahrizal: tiap hari edwin brain stroming

saya akan coba, dan saya akan coba sampai berhasil, tidak ada istilah gagal, saya akan brain stroming dan harus sukses, do’akan yah sobat semuanya.